Friday, 06 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
PMI Jasa Turun di Bawah Perkiraan, Tanda Potensi Perlambatan Ekonomi
Friday, 21 February 2025 22:16 WIB | ECONOMY |Ekonomi AS

Dalam laporan terbaru, PMI Jasa (Indeks Manajer Pembelian), indikator utama kesehatan ekonomi di sektor swasta, tercatat sebesar 49,7. Angka ini, yang diterbitkan setiap bulan oleh Markit Economics, jauh lebih rendah dari perkiraan 53,0, yang mengindikasikan potensi perlambatan ekonomi.

Indeks PMI didasarkan pada survei terhadap lebih dari 400 eksekutif di perusahaan jasa sektor swasta, termasuk sektor-sektor seperti transportasi dan komunikasi, perantara keuangan, layanan bisnis dan pribadi, komputasi & TI, hotel dan restoran. Tingkat indeks 50 menunjukkan tidak ada perubahan sejak bulan sebelumnya, sementara tingkat di atas 50 menandakan perbaikan, dan di bawah 50 menunjukkan kemunduran.

Hasil pembacaan 49,7 baru-baru ini tidak hanya lebih rendah dari angka yang diperkirakan tetapi juga menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan dengan angka bulan sebelumnya sebesar 52,9. Ini bisa jadi pertanda potensi perlambatan ekonomi, karena angka di bawah 50 mengindikasikan kontraksi di sektor jasa, yang bisa berdampak pada ekonomi secara keseluruhan.

PMI adalah indikator penting, karena merupakan salah satu survei bisnis yang paling banyak diamati di dunia, yang sering kali menggerakkan pasar dan memengaruhi kebijakan ekonomi. Angka yang lebih kuat dari perkiraan umumnya mendukung (bullish) untuk USD, sementara angka yang lebih lemah dari perkiraan umumnya negatif (bearish) untuk USD.

Angka PMI yang lebih rendah dari perkiraan berpotensi berdampak negatif pada USD. Namun, penting untuk dicatat bahwa ini hanyalah salah satu indikator, dan faktor-faktor lain juga memengaruhi kekuatan USD dan kesehatan ekonomi secara keseluruhan.

Sumber: Investing.com

RELATED NEWS
Ketegangan Baru Rusia dan Amerika...
Thursday, 8 January 2026 23:29 WIB

Ketegangan baru antara Amerika Serikat dan Rusia kembali mencuat setelah insiden yang melibatkan kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan arus pasokan energi global. La...

Klaim Pengangguran Naik, Pasar Siaga Jelang NFP...
Thursday, 8 January 2026 20:39 WIB

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS (DOL) yang dirilis pada hari Kamis, jumlah warga AS yang mengajukan permohonan baru untuk asuransi pengangguran naik menjadi 208 ribu untuk pekan yang b...

Isu Pengambilalihan Greenland oleh AS Picu Kekhawatiran, Benarkah NATO Terancam Pecah....
Wednesday, 7 January 2026 23:41 WIB

Isu geopolitik kembali memanas setelah muncul pernyataan dan sinyal politik dari Amerika Serikat yang memicu spekulasi mengenai kemungkinan langkah AS untuk mengambil alih Greenland. Meski belum ada t...

Pekerjaan Swasta AS Hanya Naik 41K, Di Bawah Estimasi...
Wednesday, 7 January 2026 20:28 WIB

Tingkat pekerjaan swasta dalam laporan ADP naik lebih rendah dari yang diperkirakan para ekonom pada bulan Desember. Tingkat pekerjaan swasta naik 41.000 (estimasi +50.000) pada bulan Desember diband...

Mineral Greenland Atau Faktor keamanan Alasan Diam-Diam di Balik Ambisi AS...
Wednesday, 7 January 2026 06:27 WIB

Greenland bukan hanya soal lokasi strategis, tapi juga gudang mineral penting dunia. Pulau ini menyimpan cadangan besar rare earth elements (REE) atau mineral tanah jarang yang sangat dibutuhkan untuk...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS